WAWALI JAYA NEGARA TINJAU VAKSINASI RABIES
Vaksinasi rabies yang dilakukan Dinas Peternakan,Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Denpasar, kembali digelar secara serentak, Sabtu (23/1). Sedikitnya lima desa di Denpasar Barat mendapat program yang di pusatkan di setiap balai banjar masing-masing. Seperti yang terlihat di Br.Titih,Denpasar, sejak pagi para pemilik anjing sudah memadati balai banjar setempat melakukan vaksin. Salah seorang warga Br.Titih Tengah, Indira yang membawa anjing kesayangannya untuk divaksin mengaku anjing peliharaannya sudah pernah divaksin. Namun, karena kembali ada pemberiathuan untuk memvaksin anjingnya, ia pun kembali membawa anjingnya untuk divaksin.
“Memang anjing saya ini sedikit galak, sehingga harus dipegang ketika memvaksinnya,’’ katanya kepada petugas Disnakanlkut. Selain Indira, ratusan warga banjar yang terletak di Jalan Sumatra tersebut berbondong-bondong membawa anjing peliharaannya untuk divaksin. Mereka mulai khawatir dengan merebaknya kasus rabies yang sejak beberapa bulan belakangan ini cukup marak terjadi. ‘’Kami cukup khawatir dengan ancaman rabies yang terjadi di Bali, karena itu kami harus merawat anjing ini dengan baik,termasuk memberikan vaksin dengan rutin,’’ ujar salah seorang warga Br.Titih disela-sela kegiatan vaksin.
Sementara itu, Kepala Disnakanlut Denpasar Ir.I Dewa Made Ngurah yang mendampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengakui vaksinasi masal ini akan berlanjut setiap hari Sabtu dan Minggu. Hari pertama kemarin menyasar lima desa di Denpasar Barat. Lima desa/kelurahan yakni Padangsambian, Dauh Puri, Dauh Puri Kelod, Dauh Puri Kangin, dan Pemecutan. Dari lima desa/kelurahan ini akan terdapat 53 posko di masing-masing banjar yang melayani vaksinasi. Sedangkan untuk eliminasi anjing di Denpasar, Dewa Ngurah mengakui telah mencapai 2.920 ekor. Eliminasi dilakukan secara terukur dan atas permintaan warga. ‘’Eliminasi tetap dilakukan sampai tidak ada lagi anjing liar di jalanan. Hanya, persoalannya sedikit kesulitan bisa ada anjing peliharaan yang ikut dilepas oleh pemiliknya,’’ katanya. Sementara anjing yang sudah menjalani vaksinasi mencapai 38.796 dosis. Termasuk penggunaan vaksinasi rabies di Desa Sesetan dan Ubung Kaja yang mencapai 1.133 ekor anjing. Dewa Ngurah mengakui saat kasus rabies merebak di Bali, anjing di Denpasar yang positif terjangkit mencapai 10 ekor anjing. Kasus rabies terbanyak di Denpasar Selatan dengan jumlah kasus sebanyak 6 ekor, dan masing-masing dua ekor di Dentim dan Denbar. (Oka)