Menu

WALIKOTA RAI MANTRA BUKA LOMBA MANCING DI TUKAD BADUNG

  • Minggu, 17 Januari 2010
  • 1489x Dilihat
Aliran Tukad Badung yang membelah Kota Denpasar Minggu, (17/1) benar-benar dimanfaat masyarakat sebagai arena mancing. Setidaknya berdasarkan catatan panitia lomba mancing terdapat 800 orang mengikuti event yang dilaksanakan serangkaian HUT ke-18 Kota Denpasar. Antusiasnya para penggemar mancing di Denpasar ini sudah mulai berdatangan sejak pagi hari. Mereka yang ikut bukan saja masyarakat sekitar Kelurahan Dauh Puri dan Kelurahan Pemecutan, tapi diikuti masyarakat dari Panjer, Sidakarya, Padangsambian dan Peguyangan. ”Lomba mancing yang dilaksanakan di aliran Tukad Badung ini sangat tepat dan strategis dalam upaya mengingatkan masyarakat untuk menjadikan tukad bukan sebagai teba atau tempat pembuangan sampah,” kata Nyoman Topan salah seorang peserta yang ditemui disela-sela mengikuti lomba. Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra di dampingi Sekkot A.A. Ngr. Rai Iswara , Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Selly Rai Mantra dan para pimpinan SKPD hadir langsung dalam lomba yang memperebutkan beberapa hadiah ini. Bahkan orang nomor satu dijajaran Pemkot Denpasar ini ikut mancing seusai menebar benih ikan sebagai pertanda dimulainya lomba. Rai Mantra ditemui disela-sela mancing menyambut baik langkah yang dilakukan karma Kelurahan Dauh Puri dalam ikut menjaga kelestarian dan kebersihan daerah aliran sungai (DAS) melalui lomba mancing. Selebihnya Rai Mantra mengingatkan dalam menangani masalah kebersihan DAS masyarakat diharapkan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Pengelolaan sampah menurut Rai Mantra membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat. Kebiasaan masyarakat membuang sampah ke jalan, drainase, sungai, dapat menyebabkan banjir dan menimbulkan aroma tak sedap. Selain itu, sampah dapat menyebabkan polusi dan munculnya berbagai jenis penyakit. Sudah saatnya sampah kota diolah dengan menggunakan suatu teknologi berwawasan lingkungan. Dengan kata lain semua sampah diolah menjadi barang bermanfaat, sehingga aman bagi kesehatan dan keselamatan lingkungan. IB. Ketut Atmaja selaku Ketua Panitia melaporkan lomba yang dilaksanakan serangkaian HUT Kota Denpasar ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran Tukad Badung, Untuk lomba kali ini peserta tidak dipungut biaya. Selain lomba mancing juga dilaksankan lomba ngelawar yang diikuti oleh masyarakat dari Kelurahan Dauh Puri, Kelurahan Pemecutan, Desa Dauh Puri Kangin dan Masyarakat Desa Dauh Puri Kauh. Lanjut IB Atmaja lomba mancing memperebutkan ini sebagai bentuk pengejawantahan program kali/ sungai bersih. Lomba mancing yang dilaksankan ini diharapkan mampu memotivasi prilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sungai. (Oka)